NOW REVIEWING Sinners (2025) SCORE: 9.1/10 A Complete Unknown SCORE: 8.4/10 The Brutalist — Must Watch GENRE: Drama / Epic Anora — Palme d'Or Winner SCORE: 8.7/10 Dune: Part Two SCORE: 8.9/10 Alien: Romulus SCORE: 7.5/10 NOW REVIEWING Sinners (2025) SCORE: 9.1/10 A Complete Unknown SCORE: 8.4/10 The Brutalist — Must Watch GENRE: Drama / Epic Anora — Palme d'Or Winner SCORE: 8.7/10 Dune: Part Two SCORE: 8.9/10 Alien: Romulus SCORE: 7.5/10
Nostalgia Horor Koplak: 5 Film Ini Pernah Heboh di Masanya, Walau Bikin Garuk-Garuk Kepala!

Nostalgia Horor Koplak: 5 Film Ini Pernah Heboh di Masanya, Walau Bikin Garuk-Garuk Kepala!

/10
Verdict: Score reflects cinematography, narrative, performance, and cultural impact. Check the breakdown below.

Nostalgia Horor Koplak: 5 Film Ini Pernah Heboh di Masanya, Walau Bikin Garuk-Garuk Kepala!

Dunia perfilman itu memang aneh dan ajaib, ya kan? Kadang kita disuguhi mahakarya yang bikin ternganga, kadang juga disuguhi tontonan yang... ya sudahlah, mari kita sebut saja "unik". Tapi percaya deh, mau filmnya dapat pujian setinggi langit atau dicaci maki sampai ke akar-akarnya, setiap film punya tempatnya sendiri di hati (dan memori) penonton. Pernah nggak sih, kamu nonton film yang udah tahu pasti jelek tapi penasaran banget, terus pas selesai malah jadi bahan gosip seru sama temen-temen? Nah, pas banget!

Kali ini, kita bakal nostalgia sedikit ke beberapa tahun lalu dan mengintip lima film horor yang entah kenapa, berhasil bikin kita semua ngomongin mereka. Bukan karena jadi film terbaik di tahunnya, tapi karena mereka punya "daya tarik" yang bikin susah dilupakan. Siap-siap, karena daftar ini bakal bikin kamu tersenyum simpul sambil mikir, "Oh, iya ya... pernah ada film ini!"

1. Slender Man (2018)

1. Slender Man (2018)

Oke, mari kita jujur. Waktu rumor film ini mau dibuat, ekspektasinya tuh udah kayak mau ketemu hantu beneran saking penasarannya. Slender Man, mitos internet yang bikin merinding, akhirnya diangkat ke layar lebar! Sayangnya, pas rilis, film ini justru sukses bikin kritikus dan penonton bingung. Plotnya tentang sekelompok remaja cewek yang mencoba mengungkap mitos Slender Man, tapi malah berakhir tragis setelah salah satu dari mereka hilang, terasa lumayan generik.

Bukannya bikin bulu kuduk berdiri, film yang dibintangi Joey King ini malah lebih banyak bikin kita bertanya-tanya, "Ini apaan sih?" Alih-alih jumpscare maut, kita malah disuguhi visual yang gelap dan cerita yang rasanya kayak kurang nendang. Tapi, ya, setidaknya ia pernah ada dan sempat bikin kita ngarep lebih. Mungkin ini bukti kalau nggak semua urban legend cocok di Hollywood, ya?

2. Rings (2017)

2. Rings (2017)

Siapa yang nggak kenal Samara Morgan? Hantu ikonik dari waralaba The Ring ini memang punya daya pikat tersendiri. Nah, di tahun 2017, muncul lagi sekuelnya berjudul Rings. Film ini mencoba membawa kembali kutukan video tape horor legendaris itu, kali ini dengan twist modern dan pemeran baru seperti Matilda Lutz dan Alex Roe. Ceritanya, Julia jadi khawatir sama pacarnya, Holt, yang mulai terobsesi dengan rekaman misterius yang katanya bisa membunuh penontonnya dalam tujuh hari.

Sebenarnya ide awal film ini cukup menarik, mencoba menggali lebih dalam soal "film dalam film" yang belum pernah ada yang lihat. Tapi, sayangnya, Rings malah terasa kayak mengulang formula lama tanpa inovasi berarti. Banyak yang bilang film ini terasa derivatif dan gagal menyuntikkan nyawa baru ke dalam waralaba yang sudah legendaris itu. Walaupun begitu, setidaknya kita dapat melihat Samara versi kekinian, yang tetap bikin sebagian orang takut tidur dekat TV.

3. Leatherface (2017)

3. Leatherface (2017)

Sebelum ada si jagal bermasker kulit manusia yang brutal itu, pasti ada ceritanya dong? Leatherface (2017) ini adalah prekuel yang mencoba menceritakan asal-usul si icon horor dari The Texas Chain Saw Massacre. Film ini mengikuti kisah seorang remaja yang kabur dari rumah sakit jiwa bersama beberapa pasien lain dan menculik seorang perawat, membawa mereka dalam perjalanan yang mengerikan.

Dibintangi Stephen Dorff dan Lili Taylor, film ini mencoba memberikan latar belakang dan motivasi kepada karakter ikonik tersebut. Hasilnya? Campur aduk. Ada yang suka karena adegan kekerasan dan gore-nya lumayan "nendang", tapi nggak sedikit juga yang mengeluh karena plotnya terasa kurang kuat dan nggak mampu memberikan gambaran yang memuaskan tentang bagaimana Leatherface menjadi seperti sekarang. Intinya, ini adalah salah satu film yang kalau kamu ngaku fans horor, wajib nonton biar bisa ikut komentar, "Oh, begini toh ceritanya."

4. A Haunted House (2013)

4. A Haunted House (2013)

Siapa bilang horor harus selalu tegang dan bikin jantungan? A Haunted House datang di tahun 2013 sebagai jawaban (atau parodi?) untuk semua film horor found-footage yang lagi nge-tren waktu itu, terutama Paranormal Activity. Marlon Wayans dan Essence Atkins berperan sebagai pasangan Malcolm dan Kisha yang baru pindah ke rumah impian, tapi ternyata rumahnya berhantu!

Film ini niatnya mau ngocok perut dengan bumbu horor, tapi reaksi penonton dan kritikus cenderung terbagi dua. Ada yang terhibur dengan gaya komedi slapstick dan referensi ke film horor lain, tapi banyak juga yang bilang kalau leluconnya terlalu basi dan garing. Walau begitu, film ini sukses secara komersial, membuktikan kalau kadang kita cuma butuh ketawa-ketawa ngakak melihat adegan yang absurd, walau itu berarti menertawakan film horor. Jangan ngaku belum pernah nyobain nonton film ini!

5. The Devil Inside (2012)

5. The Devil Inside (2012)

Mungkin ini adalah film yang paling fenomenal (dalam artian yang bikin geleng-geleng kepala) di daftar ini. The Devil Inside (2012) adalah film horor found-footage yang lagi-lagi mengandalkan tema eksorsisme. Ceritanya fokus pada Isabella Rossi yang pergi ke Italia untuk mencari tahu tentang ibunya, Maria, yang dituduh membunuh tiga orang saat eksorsisme dan kini dirawat di rumah sakit jiwa. Isabella merekam upaya dua pastor untuk melakukan eksorsisme pada ibunya.

Film ini berhasil meraup keuntungan besar di box office, tapi kritikus dan penonton kompak memberikan nilai jeblok. Kenapa? Mayoritas penonton merasa tertipu dan marah dengan akhir film yang mendadak dan terasa banget seperti "cop-out". Endingnya jadi semacam lelucon universal di kalangan pencinta film horor. Tapi ya, berkat ending yang bikin emosi itulah, The Devil Inside jadi film yang nggak gampang dilupakan dan sering dijadikan contoh "bagaimana seharusnya tidak mengakhiri sebuah film". Lumayan kan, jadi bahan obrolan?

Gimana, seru kan nostalginya? Dari yang bikin gregetan sampai yang bikin ngakak, film-film ini membuktikan kalau dunia perfilman itu penuh kejutan. Nggak selalu yang terbaik itu yang paling diingat, kadang yang bikin kita ngomel pun justru jadi kenangan paling manis. Jadi, dari lima film "terbaik" yang bikin garuk-garuk kepala ini, mana yang paling membekas di ingatanmu?

Comments

Leave a Comment